Kategori: DUNIA PENDIDIKAN
Penerbit: Admin
Sinopsis:
Buku ini bukan sekadar kumpulan tahun dan nama yang harus dihafal. Ia adalah kapsul waktu yang mengajak kalian berlayar ke Sulawesi Selatan abad ke-16—menyaksikan sendiri bagaimana ombak di pesisir Tallo membawa tiga perahu asing, mendengar debat seru di istana Gowa antara raja yang cerdas dan para datuk yang sabar, bahkan merasakan degup jantung nelayan yang melihat cahaya di tengah laut. Setiap bab disajikan seperti cerita dari kakek di teras rumah, tanpa kehilangan satu fakta pun. Ada dialog hidup, ada kotak-kotak kecil berisi legenda lokal yang menyentuh, ada ruang bagi kalian untuk bertanya—bukan sekadar menerima.
Lewat 12 bab yang mengalir, buku ini melacak jejak Islam dari kedatangan tiga ulara Minangkabau, pergumulan intelektual Karaeng Matoaya, hingga strategi dakwah yang menyentuh pedagang, petani, dan nelayan. Kalian akan bertemu Syekh Yusuf yang diasingkan hingga Afrika Selatan, menyaksikan perang dan diplomasi, serta melihat bagaimana Islam duduk manis dengan budaya lokal—dari aksara serang hingga ritual mappacci. Lebih dari itu, buku ini mengajak kalian merenung: apa yang akan kulakukan jika aku hidup di zaman itu?
Tidak ada kesimpulan di akhir buku, karena sejarah Islam Sulawesi Selatan belum selesai. Ia terus ditulis setiap kali seorang santri membaca Al-Qur'an, setiap kali seorang guru mengajarkan adab, setiap kali kalian bertanya dan mencari jawaban. Jadi, tutup sejenak gawai kalian, buka buku ini, dan biarkan perahu-perahu dari azan itu berlabuh di hatimu. Selamat berlayar.